HumasTGD - Dalam kegiatan marketing (pemasaran) sebagai ujung tombak perusahaan, setiap perusahaan atau brand tentu mempunyai cara mempromosikan produk dan layanan yang berbeda-beda. Ada yang fokus pada pemasaran offline, ada yang online saja ,dan ada juga yang menggabungkan keduanya. Meskipun sering digunakan, tetapi tahukah perbedaan antara pemasaran offline dan online tersebut dalam bidang marketing? Perbedaan kedua strategi pemasaran ini terletak pada media dan target pasarnya.
Selain itu, ada sejumlah perbedaan lainnya yang membuat jenis pemasaran yang efektif untuk bisnis tersebut jelas tak sama atau benar-benar berbeda. Apa sajakah? Sebelum mengetahui perbedaan marketing offline dan online, wajib mengetahui apa yang dimaksud marketing offline dan online terlebih dahulu. Dengan mengetahuinya maka akan mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif. Marketing offline adalah upaya pemasaran yang dilakukan di luar media digital dan internet. Upaya tersebut diwujudkan dalam berbagai kegiatan pemasaran luar ruang, seperti pemasangan iklan di media cetak, spanduk, billboard, brosur, penjualan langsung dengan stand bazar, maupun menjadi partisipan dalam suatu acara. Sementara itu, pemasaran online atau yang awam dikenal dengan sebutan digital marketing adalah upaya pemasaran yang dilakukan melalui internet atau media digital. Apa yang dimaksud dengan pemasaran online juga berhubungan dengan berbagai kegiatan marketing, seperti pembuatan dan pengoptimalan web, penggunaan media sosial, iklan online, dan email marketing. Kedua jenis pemasaran ini tentu memiliki keunggulannya masing-masing. Bahkan, seringkali dipadukan guna mencapai keberhasilan yang maksimal. Penggabungan tersebut dilakukan dengan menggunakan strategi marketing mix, yaitu aktivitas penayangan iklan di dua platform sekaligus. Jadi, ketika beriklan di media offline, audiens yang melihat promosi di jalan juga akan terpapar iklan di Instagram atau Facebook. Pemasaran secara offline maupun online sangatlah berbeda. Dari uraian ini pasti sudah dapat menangkap gambaran perbedaannya secara garis besar, bukan?
Lebih lanjut mengenai apa saja perbedaan kedua marketing itu bisa diketahui melalui ulasan di bawah ini.
1. Media Yang Digunakan
Media yang digunakan dalam pemasaran offline dan online merupakan perbedaan paling mendasar yang bisa diidentifikasi. Seperti yang telah disebutkan di atas, pemasaran offline menggunakan media non-digital untuk memasarkan produk yang dipromosikan, seperti media cetak, radio, televisi, dan tatap muka dengan konsumen. Sementara, pemasaran online menggunakan iklan digital, di antaranya ialah internet, media sosial, email, dan situs web untuk memasarkan suatu produk.
2. Waktu dan Tempat
Tak hanya itu saja, perbedaan keduanya juga terletak pada faktor waktu dan tempat dari aktivitas pemasaran yang dilakukan. Pemasaran offline memerlukan waktu dan tempat yang terbatas, seperti saat menonton televisi, membaca koran, atau menghadiri acara tertentu. Namun, pemasaran online dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja, asalkan ada akses internet.
3. Target Pasar dan Anggaran
Target pasar dari marketing offline dan online juga berbeda. Baik dari segi umur, demografi, hingga kebiasaan dari target pasar yang telah disegmentasikan. Selain itu, dari segi interaksi dengan pelanggan juga cukup berbeda. Lalu, dari segi biaya, baik marketing offline maupun online sama-sama membutuhkan budget marketing yang tak sedikit. Namun, marketing offline membutuhkan anggaran dana yang relatif besar, tetapi impactfull dan juga dapat diukur dengan baik oleh marketer. Meski begitu, iklan luar ruangan makin eksis hingga kini.
Dibilang tidak efektif dan efisien, nyatanya banyak brand besar yang lebih menganggarkan budget iklannya untuk mempromosikan produk mereka di billboard. Berikut contoh marketing offline dan online yang wajib diketahui. Kegiatan marketing offline dan online memiliki jenis maupun bentuknya sendiri. Hal itu disesuaikan dengan media yang digunakan oleh keduanya. Dalam marketing offline, kegiatan pemasaran tidak mengandalkan media digital. Misalnya, pemasangan iklan di media cetak, seperti koran, majalah, brosur, pamflet, dan spanduk adalah jenis marketing offline yang sering digunakan.
Contoh lainnya ialah iklan di televisi dan radio yang dapat menjangkau khalayak yang sangat luas. Lalu, penjualan langsung atau direct selling juga termasuk jenis marketing offline karena dilakukan secara door-to-door. Selain itu, marketing offline juga biasa dilakukan pada pameran atau acara tertentu. Biasanya brand dapat membuat stand bazar seperti yang banyak dilakukan pada festival musik. Berbeda dari marketing offline, jenis marketing online sangat mengandalkan interaksi di dunia digital.
Media sosial menjadi platform paling diandalkan untuk kegiatan marketing online. Setiap brand berlomba menampilkan kreativitas pada marketing campaign yang dijalankan. Pembuatan dan pengelolaan konten di media sosial kerap menjadi perhatian utama. Media sosial seperti Facebook, Instagram, TikTok, dan Twitter biasa dijadikan platform untuk mempromosikan produk atau jasa. Penggunaan media sosial untuk beriklan juga biasanya menggunakan iklan online dengan menggunakan fitur Google Ads dan Meta Ads.
Contoh digital marketing lainnya juga bisa ditemui melalui kegiatan e-mail marketing atau newsletter yang dikirim oleh perusahaan, SEO (Search Engine Optimization) yang mengandalkan website sebagai channel organik, dan terakhir media sosial. Namun, terlepas dari kedua jenis dan bentuk marketing, baik marketing offline dan online, keduanya membutuhkan konten yang menarik dan relevan untuk menarik perhatian audiens dan meningkatkan kesadaran merek. Itulah tadi pembahasan mengenai perbedaan marketing offline dan online yang bisa diketahui.
Sampai disini sudah mengetahui pengertian dan perbedaan dari kedua media marketing tersebut, bukan? Dalam marketing offline, efektivitas dapat dicapai ketika marketer cermat dalam memilih lokasi dan target beriklan. Sementara, marketing online lebih menitikberatkan pada kegiatan digital marketing yang unik agar marketing atau pemasaran berjalan efektif. Namun, kedua jenis pemasaran tersebut dapat dimanfaatkan secara bersamaan untuk hasil yang maksimum.